Minggu, 10 Oktober 2010

SLEMANIA BATAVIA DI PERTANDINGAN INDONESIA vs URUGUAY


Pertandingan persahabatan antara timnas Indonesia melawan timnas Uruguay yang di laksanakan di stadion Utama Senayan kembali di hadiri Slemania Batavia. Cukup banyak juga kemarin (8/10/10) rekan-rekan yang hadir di GBK hanya untuk melihat Timnas bertanding. Walaupun pada acara kemarin kurang begitu direncanakan dengan matang. Mungkin karena kondisi hari kerja dan juga harga tiket yang sedikit mahal. Namun semua itu tidak mengurungkan niat rekan-rekan untuk mendukung timnas Indonesia.

Banyak rekan yang hadir dari daerah Bekasi dengan kondisi kehujanan di sepanjang jalan. Ada juga Rekan dari tangerang yang sempat turun dari bis dan berlari untuk ke angkutan berikutnya demi menghindari macet dan tiba di senayan tepat waktu begitu juga rasa salut kepada rekan yang dari Sleman yang menyempatkan hadir ke Jakarta.

Sebelum pertandingan rekan-rekan Slemania berkumpul bersama rekan-rekan dari kelompok suporter  Joglosemar Jakarta untuk koordinasi tiket. Tempat berkumpul yang berada di Masjid yang berda di Kompleks stadion GBK. Banyak rekan-rekan yang bingung karena tempat berkumpul Slemania Batavia tidak di tempat biasa ketika akan menonton timnas.  

Slemania Batavia yang berada di sektor 5 stadion GBK yang di buktikan dengan adanya spanduk besar Slemania Batavia di sisi utara. Rasa capek sepulang kerja sempat terbayar ketika gawang Uruguay jebol dan membuat sorak-sorai rekan-rekan yang diikuti nyanyian serat yel-yel dukungan untuk timnas. Walaupun tidak lama kemudian gawang Indonesia pun bobol bahkan sampai 7 gol bola yang dipungut Markus dari gawangnya. Banyak rekan-rekan yang tidak puas dengan komposisi pemain timnas terutama di lini depan. Teriakan-teriakan umpatan dari rekan-rekan begitu sering terdengar ketika gawang Indonesia di bobol. Wajar karena mungkin ini wujud dari kekecewaan mereka.

Selesai pertandingan rekan-rekan menumpahkan semua kekecewaannya dengan bernyanyi di stadion. Sebuah ekspresi untuk mengusir rasa kecewa karena tidak sebanding dengan apa yang telah dikorbankan untuk pertandingan tersebut. Dan itu  malah membuat beberapa penonton menjadi terhibur dengan aksi spontan dari rekan-rekan Slemania Batavia di tribun sebelah utara.

Keluar dari Stadion pun rekan-rekan tetap mengumandangkan yel-yel suporter hingga membuat beberapa orang yang berpapasan dengan kami untuk berhenti dan menyempatkan mengabadikan aksi kami baik melalui kamera maupun video recorder. Begitu juga dengan salah satu stasiun televisi yang sempat merekam aksi dari rekan-rekan Slemania Batavia.

Sebuah pertandingn memang ditakdirkan untuk ada kalah dan ada menang. Bagaimanapun kita sebagai suporter harus mampu lapang dada dengan hasil apapun. Menang ora umuk Kalah ora ngamuk!!!! (rizal)

SLEMANIA..SLEMANIA JOGJAKARTA
KAMI DUKUNG SEPENUHNYA SUPER ELJA
SEMANGATMU TERUS MAJU
PANTANG KALAH PANTANG MUNDUR
SLEMANIA BOCAH EDAN TAPI SOPAN

CATATAN DARI PERTANDINGAN INDONESIA VS URUGUAY


Timnas Indonesia yang di asuh pelatih baru Alferd Reidl melakoni laga ujicoba Internasional pertama di Jakarta.  Tak tanggung-tanggung lawan yang di hadapi adalah semifinalis Piala dunia 2010 Uruguay yang berperingkat 7 dunia, kontras dengan timnas Indonesia yang berperingkat 131. Pertandingan yang di laksanakan di Stadion Gelora Bung Karno Senayan Jakarta pada tanggal 8 oktober 2010 ini juga di saksikan Presiden Republik Indonesia Bpk. Susilo Bambang Yudhoyono. 

Indonesia juga pernah melakoni laga persahabatan melawan timnas Uruguay pada 21 april 1974 yang saat dipersiapkan untuk Piala dunia 1974 (Jerman). Kala itu Timnas Indonesia menang 2-1 Saat itu, gol-gol Indonesia dilesakkan melalui Abdul Kadir dan Andjas Asmara. Sementara, gol semata wayang lawan diciptakan penyerang Juan Silva.  Di bawah asuhan Djamiat, skuad Merah Putih yang diperkuat Rusdianto, Ronny Paslah, Abdul Kadir, Anwar Ujang, Nabon, dan Waskito; memegang kendali permainan. Uruguay yang dilatih Juan Alberto Schiaffino, direpotkan serangan bertubi-tubi Indonesia dan lalu bertekuk lutut. Karena malu Uruguay meminta pertandingan ulang 3 hari kemudian, meski kalah Indonesia patut berbangga karena bisa kalah tipis 2-3 pada laga ulangan.

Kembali ke pertandingan kemarin yang katanya berbandrol 4 Milyar malah nyaris sepi atraksi  para suporter dengan nyanyian dan tetabuhan drum. Harga tiket yang terlampau mahal plus hampir tidak ada diskon tiket untuk suporter membuat suasana pertandingan kurang riuh (harga tiket yang berkisar dari harga 75.000 sampai 2 jt). Suasana riuh hanya terjadi ketika Indonesia mencetak gol pada menit 17’ (Boaz s) dan juga ketika ribuan suporter dengan kompak meneriakkan yel-yel “Nurdin Mundur…Nurdin Mundur…”. Jakmania yang biasanya hadir memenuhi Stadion GBK ketika Timnas main pun hanya sedikit saja, namun dengan hadirnya beberapa kelompok suporter dari daerah seperti Slemania, Pasoepati, Snex, Panser Biru, Aremania, Paserbumi, Simolodro, Patriot Mania dll menjadikan pertandingan kemarin menjadi lebih ramai.

Jalannya pertandingan begitu menarik ketika awal-awal babak pertama yang mengahasilkan gol untuk Indonesia. Namun hanya sebentar saja ketika gawang Indonesia begitu mudah di bombardir striker Uruguay hingga akhir pertandingan berkesudahan 1-7 (1-2) untuk Uruguay. Stamina pemain Indonesia yang menurun di tambah terbukanya strategi bertahan Indonesia di babak kedua menjadi faktor yang membuat timnas kalah telak. Dan juga sepertinya komposisi pemain timnas beberapa tahun terakhir hanya berkisar di antara pemain yang itu-itu saja.  Lihat Komposisi line up pertandingan Indonesia vs Uruguay =Indonesia: Markus Horison; M Ridwan, Nova Arianto, Maman Abdurachman,Tony Sucipto, M Nasuha; Firman Utina, Beny Wahyudi, Ahmad Bustomi; Boaz Solossa, Bambang Pamungkas
Uruguay: Castillo; Cavani, Fucile, Gargano, Lugano, A.Pereira, Maxi, Perez, Rodriguez, Suarez, Victorino

Masih perlukah timnas mendatangkan tim-tim hebat dunia dengan bayaran yang mahal yang katanya bertujuan untuk memberi hiburan pertandingan berkelas di Indonesia?? Apakah mereka-mereka yang berada di otoritas teringgi sepak bola Indonesia tidak memikirkan bagaimana mengatur dana untuk membina sepakbola bola Indonesia menjadi lebih baik lagi atau  mereka malah lebih senang ketika Negara dibuat malu dikandang sendiri oleh bangsa lain yang seharusnya menjadi cambuk untuk lebih baik. Mana prestasinya PaaaK!!!!!!!! (rizal)

Senin, 04 Oktober 2010

TIKET PERTANDINGAN INDONESIA VS URUGUAY

Jakarta, 4 Oktober 2010 - Sungguh aneh dan tak habis pikir ketika saya mendapat pesan dari rekan dari supporter lain yang mengabarkan tentang tiket pertandingan Indonesia vs Uruguay. Dua kali mendapat pesan yang serupa namun tak sama. Pada pesan sebelumnya disebutkan bahwa kelompok supporter boleh memesan tiket ke BTN (tanpa antri di tiket box) dengan harga Rp. 75.000,- dan minimal pesanan adalah 50 lembar (dua hari sebelumnya dapat kabar minimum 30 lembar).


Dikatakan aneh karena PSSI selaku yang punya gawe tidak menganggap arti pentingnya supporter, sehingga dengan pesanan khusus pun tak ada pengurangan sedikitpun. Padahal sebenarnya dengan adanya kolektif dari kelompok supporter akan sedikit mengurangi ruang gerak para calo yang jelas-jelas merugikan pendukung merah putih dan juga mungkin pendukung tim tamu.

Disamping itu dengan adanya pembelian kolektif, pengaturan supporter juga lebih mudah karena terkoordinir dengan jelas.

Kelompok supporter bukanlah calo yang seenaknya melepas karcis untuk keuntungan pribadi/kelompoknya. Kelompok supporter justru akan memobilisasi massa agar datang mendukung tim merah putih. Lain halnya dengan pihak lain yang justru mau cari untung sendiri dengan melepas karcis ke pihak lain yang tidak bertanggung jawab.

Seharusnya PSSI bisa melakukan tindakan bijak dan arif dalam mengelola segala aspek yang berhubungan dengan persepakbolaan Indonesia. Sepakbola tidak akan meriah tanpa adanya supporter/penonton. Karena sponsor pun enggan untuk masuk dalam event yang sepi oleh penonton.


Event semacam ini juga sebenarnya bisa dijadikan pendekatan antara PSSI dengan supporter, dengan demikian PSSI secara tidak langsung akan memberikan pendidikan bagaimana menjadi supporter sejatinya supporter.
Lagi-lagi hal sepele tapi terkadang tak terpikirkan oleh kalangan pengurus, karena selama ini yang dipikirkan adalah hitung-hitungan keuntungan tapi tidak mendidik untuk lebih professional dalam mengelola event.

Rabu, 29 September 2010

ARTI SEBUAH KONSEKWENSI

Saat ini mungkin banyak diantara kita dalam hati kecil bertanya-tanya "Apakah PSS akan ikut IPL?". Dan jawabnya pun kita sebenernya sudah tau bahwa PSS tidak akan ikut IPL. Karena managemen mencari aman. Aman buat keutuhan tim dan aman untuk management sendiri.

Sebuah konsekwensi yang harus dibayar mahal bila management berani PSS ambil sikap seperti yang dilakukan oleh Manangement Persebaya. Harus dibayar mahal karena mempertaruhkan nama PSS dan nama pribadi dalam kancah sepakbola Sleman walaupun PSS sendiri sampai saat ini tidak bisa dijadikan sebagai ladang bisnis yang sesungguhnya bisnis. PSS sampai saat ini masih dijadikan sebagai sapi perahan yang memperoleh makanan dari dana APBD kabupaten Sleman, bukan dari usaha menggemukan dengan memberi makan dari rumput yang ditanam sendiri dan rumput yang ditanam pihak lain yang berharap si sapi dapat gemuk dan berkembang.

Si sapi tidak diprogram untuk bisa membajak sawah atau untuk dapat diambil tenaga dan tidak diberi keahlian lain yang bisa menghasilkan uang guna menghidupi sisapi sendiri. Sapi yang tiap hari diberi makan dengan makanan seadanya. Alhasil si sapi hanya gemuk perutnya. Memang benar si sapi menghasilkan susu, tapi susunya tak bisa dijual karena hanya cukup untuk diminum oleh para perawat sapi itu sendiri.

Mengurus PSS selayaknya mengurus seekor burung elang yang indah dan punya kekuatan dahsyat dari cakar dan paruhnya untuk bisa terbang mengangkasa dan siap mencakar dan menebar ancaman pada setiap lawan yang bakal dihadapi.

IPL adalah ajang yang tepat buat si elang jawa yang haus akan kemenangan dan prestasi. IPL mempunyai konsep yang lebih menguntungkan bagi si elang dan tim lain yang ikut andil, karena setiap pendapatan yang diperoleh baik pihak IPL maupun tim adalah dikelola secara bersama dan milik bersama.

Konsekwensi terberat mungkin PSS dibekukan oleh PSSI untuk beberapa saat, namun sejatinya PSS tetap ada. Karena yang dibekukan hanya kepengurusannya. Justru sebaliknya, apabila banyak tim yang mengikuti langkah Persebaya, lama kelamaan PSSI sendiri tidak akan mempunyai klub yang mengikuti liga dan secara otomatis akan dibekukan oleh AFC dan bahkan FIFA.

Senin, 13 September 2010

SYAWALAN SLEMANIA BATAVIA

Pada saat buka bersama di Kemayoran (28/8/2010) diagendakan bahwa pada tanggal 12 september 2010 akan ada syawalan Slemania Batavia di Prambanan yang bertempat di rumah mas Ponco (salah satu pendiri Stramilt Tangerang). Syawalan yang bertujuan untuk mengenalkan kepengurusan baru Slemania Batavia dan juga sebagai ajang silaturahmi dengan rekan-rekan pendukung PSS di Sleman. Syawalan ini juga menjadi ide dari mas Ponco yang ingin mengadakan acara kumpul-kumpul di Sleman karena mas Ponco sendiri sudah tidak lagi berdomisili di Sleman dan mengurus Starmilt.


Acara Syawalan yang dimulai pukul 13.00 siang ini dihadiri beberapa rekan dari Slemania University, slemania Carlitoz, Distrik Timur, slemania dusun Serut, dan tentunya rekan-rekan slemania Batavia dari wilayah Tangerang , Jakarta dan Bekasi serta beberapa perwakilan laskar slemania. Dihadiri pula mas Rico (leader slemania), dan mas Daru supriyono (DPP slemania).

Dalam kesempatan itu mas Daru sempat memberi apresiasi kepada rekan-rekan Slemania Batavia yang tetap setia dalam mendukung PSS Sleman walaupun berada di daerah Jabodetabek yang tertuang di jargon “Slemania tidak kemana-mana tapi ada di mana-mana”. Sempat pula beliau memberi sedikit kabar tentang kondisi PSS terutama masuknya wakil Slemania Pusat Bpk Gustan Ganda di jajaran menejemen PSS Sleman untuk memonitoring kinerja manajemen PSS saat ini. Sempat pula ada sedikit kebanggaan di kompetisi mendatang mengenai home base PSS Sleman (MIS) yang mungkin masih menjadi yang terbaik diantara peserta liga utama yang lain diluar Stadion gelora Bung Tomo (Surabaya) yang dalam proses akhir.

Di saat acara ramah tamah diselingi dengan sumbangan sukarela untuk PSS. Acara yang sempat diistilahkan “topi muter” karena ini merupakan prakarsa dari mas Rico saat acara buka bersama di Kemayoran. Hasil dari sumbangan ini akan diserahkan oleh Ketua Slemania Batavia (pak widodo) ke Pak Ganda melaui rekening. Hasil dari sumbangan ini diperoleh Rp 365.000,00. Mungkin hasil dari rekan-rekan Slemania Batavia masih kecil dari apa yang di butuhkan PSS Sleman saat ini. Tapi semoga dengan dana yang tidak seberapa ini akan menjadi berguna buat pemain.

Mewakili rekan-rekan Slemania Batavia mohon maaf jika di acara kemarin banyak kekurangan. Terimakasih untuk rekan-rekan yang telah hadir. Terimakasih yang sebesar besarnya untuk Mas ponco dan keluarga serta Mas Shepo (ketua starmilt) yang sudah mengorbankan banyak hal untuk suksesnya agenda Slemania Batavia kemarin. (rizal)

Minggu, 29 Agustus 2010

Guyub di Buka bersama Slemania Batavia

Pada 28 Agustus 2010 yang bertepatan 19 Ramadhan di bulan yang penuh berkah ini menjadi realisasi dari apa yang telah di rencanakan dari rapat di Citra Raya, Tangerang 4 Juli 2010. Salah satu hasil dari rapat adalah diadakan buka bersama di Jakarta yaitu bertempat di Kemayoran yang difasilitasi Pak Krisno (Slemania Batavia Jakarta).

Acara buka bersama bersama sekaligus silaturahmi dan rapat bulanan Slemania Batavia dihadiri rekan-rekan dari Slemania Batavia korwil Tangerang dan Starmild, korwil Jakarta serta korwil Bekasi/Cikarang. Acara ini dihadiri juga Pak Ketua Slemania Batavia (Pak Widodo), Mas Bambang dan mas Dinar (pelopor Slemania Batavia Jakarta) serta mas Rico (leader Slemania).

Didalam acara selain diisi buka bersama juga sholat maghrib berjamaah (bagi yang menjalankkanya) juga diadakan rapat internal untuk kegiatan-kegiatan Slemania Batavia kedepan. Hasil dari rapat yang dibicarakan semalam(28/08/10), yaitu:
1. Syawalan di Sleman di tempat mas Ponco (eks-slemania Tangerang) yang diadakan di Prambanan sleman pada 12 september 2010.
2. Merencanakan penggalang dana PSS peduli yang dimulai setelah lebaran
3. Disahkan pengurus untuk wilayah Jakarta dan Bekasi/Cikarang.

Rapat yang berlangsung penuh kebersamaan dan guyub yang menjadi bagian inti dari pertemuan kemarin. Bahkan ide untuk menggalang dana untuk PSS yang diajukan mas Rico disambut baik rekan-rekan dan akan mencoba direalisasikan teman-teman setelah lebaran. Sebuah ide demi support kepada PSS mungkin sudah mulai digalakkan secara mandiri di tingkat-tingkat laskar di Sleman. Selain itu juga donasi Slemania Batavia peduli juga dilakukan semalam serta sumbangan untuk Operasi dari istri mas Ponco di Sleman.
Acara yang sejatinya berakhir pukul 9-malam namun tidak membuat beberapa rekan Slemania Batavia beranjak untuk pulang. Masih juga bertempat di kemayoran setelah acara berakhir, secara spontan ramah tamah pun dilakukan. Obrolan yang cenderung berisi sharing rekan-rekan itu, malah seperti lebih terlihat menarik diselingi guyon dari rekan-rekan untuk mencairkan susana ketika obrolan mulai menjurus ke hal-hal serius.
Menarik lagi ketika rekan-rekan saling menceritakan pengalaman menarik ketika mendukung PSS baik dikandang maupun tandang. Bahkan suasana dan atmosfer pertandingan ketika PSS masih berhome-base di Stadion Tridadi Dan Stadon Mandala Krida membuat beberapa rekan marasa rindu akan kejayaan PSS.
Semakin hari-semakin solid, semakin hari semakin kompak menjadi kekuatan dari kebersamaan di tubuh Slemania Batavia.

Terimakasih buat semua rekan Slemania Batavia yang hadir yang mengorbankan akhir pekannya demi sebuah rasa persaudraan yang kuat. Penghargaan terbesar kepada Pak Krisno yang merelakan banyak hal demi tersuksesnya acara ini. Dan semoga kedepannya kita menjadi solid lagi. SALAM SATU HATI!!!!(Rizal)



Sabtu, 28 Agustus 2010

Dua Kandidat Kiper Bersaing

SLEMAN- Tim Pelatih PSS terus melakukan perburuan penjaga gawang. Setelah Agus Tri (Persitara), kemarin Super Elang Jawa kembali kedatangan kandidat untuk posisi penjaga mistar gawang. Kiper yang kemarin mengikuti seleksi tidak begitu asing dengan public Jogjakarta. Dia adalah Ariesoma Krisandhi. 

Ariesoma adalah mantan kiper Persiba Bantul. Pria kelahiran Surabaya, 8 April 1981 ini dua musim membela The Reds.  Hanya, musim ini manajemen Persiba tidak memperpanjang pemilik nama lengkap Tarcisius Ariesoma Krisandhinama.
”Sebenarnya banyak tawaran ke klub lain. Tapi, kayaknya saya sudah cocok tinggal di Jogja. Karena tidak lagi di Bantul, saya ingin mengabdi ke klub Jogja lainnya. Nah, PSS ini salah satu pilihannya,” aku Arieshoma disela-sela latihan di Stadion Maguwoharjo kemarin.
Sebelum mengadu nasib ke PSS Sleman, Arieshoma juga sempat mengikuti seleksi di PPSM Magelang. Hanya, meski mendapat rekomendasi dari tim pelatih, Arieshoma batal berlabuh di klub pujaan Simolodro karena gagal mencapai kesepakatan tentang nilai kontrak. ”Tapi, factor lainnya karena saya ingin tetap bermain untuk klub di Jogja,” urainya. 

Dengan ikut bergabungnya Arieshoma, saat ini ada dua kandidat kipper yang saling bersaing ketat masuk dalam skuad Super Elang Jawa. ”Semuanya masih kami pantau. Yang terbaik yang akan rekomendasikan ke tim pelatih,” timpal pelatih kipper Priyadi.
Sementara itu, manajemen kembali berhasil mengikat dua pemain rekomendasi tim pelatih lagi. Dua pemain tersebut adalah Dwi Lambang dan M Qodir. Diikatnya dua pemaini ini semakin melengkapi skuad tim PSS. Saat ini total ada 18 pemain yang tergabung dalam skua Super Elang Jawa.

Saat ini, manajemen juga sedang terus berupaya melakukan negosiasi dengan dua pemain rekomendasi lainnya. Yakni Muhammad Andik dan Fadly Hariri. ”Kami terus berusaha melakukan nego. Misalnya mencapai deal langsung kami ikat. Tapi, jika terpaksa tidak ada kata sepakat, mungkin akan segera kita pulangkan,” tutur Manajer Tim PSS Sleman Rumadi. 

Sedang dalam rangka mematangkan kondisi ini, sore ini skuad PSS Sleman akan menggelar laga ujicoba. Lawan yang akan dihadapi adalah tim pecan olahraga provinsi (Porprov) Kabupaten Sleman. ”Agar anak-anak tidak jenuh latihan maka saya berikan ujicoba,” tandas Kepala Pelatih PSS Sleman Inyong Lolombulan. (sam)

Sumber : http://www.radarjogja.co.id
 

Senin, 16 Agustus 2010

Sardi "PSS 02" Pergi

SLEMAN- Kabar kurang menggembirakan kembali datang dari PSS Sleman. Setelah sempat dikabarkan akan kehilangan stopper andalannya Fahrudin, kali ini klub kebangaan wong Sleman juga dikabarkan bakal kehilangan wing kiri andalannya Sardi. Dikabarkan, Sardi akan segera hengkang dari PSS Sleman ke klub lain. Kabar ini muncul menyusul pemain yang mengenakan nomor punggung 2 ini gagal mencapai kesepakatan dengan manajemen PSS Sleman. ”Seperti begitu. Sudah beberapa hari ini tidak ada kabar lagi sejak kami lakukan negosiasi lalu,” ujar Manajer Tim PSS Sleman Rumadi.

Menghilangnya Sardi ini memang cukup membuat gelisah manajemen. Apalagi, Sardi merupakan salah satu pemain yang direkomendasikan manajemen untuk bisa kembali bergabung dengan skuad PSS Sleman musim depan. ”Sebenarnya kami masih sangat berharap dia (Sardi, Red) tetap di PSS Sleman musim ini,” harapnya.

Hanya, Rumadi tidak bisa memastikan apakah pemain didikan BSA Tama ini akan tetap berbaju hijau musim ini. Apalagi, Rumadi mengaku mendapat informasi pemilik nama Wahyu Sardiyanto tersebut telah dipinang klub lain. ”Sampai saat ini kami belum bisa menghubinginya. Tapi, yang pasti kami tetap membuka kesempatan padanya untuk tetap bergabung,” urainya.

Sedangkan terkait dengan nasib para pemain rekomendasi yang belum mencapai kesepakatan, Rumadi mengaku terus berupaya melakukan negosiasi. Setelah berhasil mencapai kesepakatan dengan lima pemin, saat ini manajemen sedang berupaya melanjutkan negosiasi dengan empat pemain tersisa. ”Dari empat yang ada, saya hanya optimis tiga yang masih tetap bisa saya pertahankan. Satu lagi tampaknya lebih banyak akan pergi dari Sleman. Tapi, semoga semuanya tetap bisa bertahan di Sleman,” urainya.

Ketika ditanyakan siapa pemain yang akan keluar tersebut, Rumadi tidak bersedia menjelaskan secara detail. Dia hanya mengatakan pemain ini merupakan pemain belakang. ”Tidak perlu saya sebutkan karena masih kami nego terus,” katanya.

Sementara itu, Sardi mengaku memang belum bisa mencapai kesepakatan dengan manajemen. Sampai saat ini nilai kontrak yang ditawarkan manajemen belum sesuai dengan yang diajukannya. ”Nilainya belum cocok. Jadi, saya belum bisa memberikan kepastian untuk tetap bertahan,” urainya.

Ia menegaskan sebenarnya nilai kontrak yang diajukannya tidak terlalu tinggi. Hanya, dia berharap agar bisa disesuaikan dan nilainya bisa dinaikkan dari musim sebelumnya. ”Tidak tinggi. Saya hanya minta disesuaikan saja,” akunya.

Sedang terkait dengan kabar kepergiannya dari PSS, Sardi mengaku belum bisa memastikan. Dia tidak menampik mendapat tawaran dari klub lain di luar Jogja untuk bisa bergabung pada musim kompetisi tahun ini. ”Tapi belum saya putuskan. Yang pasti, jika saya tidak bisa mencapai kesepakatan dengan PSS, ya kemungkinan besar saya akan cari klub lain,” tandasnya. (sam)
 
Sumber; http://radarjogja.co.id/sportivo/arena/10205-sardi-pergi-.html

Selasa, 10 Agustus 2010

Manajemen Apresiasi Tiga Pemain

SLEMAN- Rencana join program pengelolaan antara Andi Ahmad dengan manajemen PSS tidak berlanjut. Andi menarik semua pemain yang dibawanya ke Sleman dan dibawa kembali pulang ke Sidoarjo. Bukan hanya pemain, penanggung jawab program Lulut Kistono juga dikut diboyong kembali.
Dibawanya kembali para pemain dan pelatih ini setelah Andi Ahmad tidak mencapai kesekapatan dengan manajemen PSS Sleman. Rombongan Andi meninggalkan mess Maguwoharjo kemarin pagi. ”Tidak ada kata antara kami dengan manajemen. Makanya, saya menarik semua pemain kembali ke Sidoarjo,” tutur Andi kemarin.
Andi juga mengaku kecewa dengan lambatnya manajemen memberikan respon pada program yang ditawarkannya. Padahal, dirinya sudah membawa seluruh skuad hasil seleksinya agar bisa ditindaklanjuti. ”Kalau soal sponsor memang dari awal saya tidak bisa memberikan jaminan. Tapi, soal materi pemain sudah saya bawa kesini semua,” tuturnya.
Lulut Kistono juga mengaku tidak bisa berbuat apa-apa. Kedatangannya ke Sleman dalam rangka membimbing para pemain dalam training camp yang menjadi program Andi Ahmad. ”Saya tidak bisa berbuat apa-apa. Karena saya belum terikat dengan pihak manapun,” tuturnya.
Sedang terkait dengan penilaian tidak maksimalnya permainan yang ditunjukkan para pemainnya, mantan asisten pelatih Mitra Kukar ini menegaskan bukan karena buruknya kualitas. Namun, karena para pemain kehilangan stamina karena program latihan yang diberikannya. ”Kalau soal skill mereka cukup bagus. Bahkan, beberapa pemain memiliki kemampuan diatas rata-rata,” tuturnya.
Menanggapi hal ini, Manajer Promosi PSS Sleman Hardo Kiswoyo membantah adanya kegagalan join program dengan pihak ketiga. Sampai saat ini, manajemen masih tetap membuka kesempatan bagi semua pihak yang ingin bekerja sama dengan PSS. ”Dengan Andi-pun kita masih terus berjalan kok. Cuman untuk seleksi karena belum ada sponsor yang masuk maka pembentukan tim kembali disesuaikan dengan kemapuan klub,” tuturnya.
Hardo juga mengaku masih membuka pintu kerjasama dengan Andi. Apalagi, dari hasil pantauan ada tiga pemain yang masuk rekomendasi untuk direkrut. ”Masih berjalan. Bahkan, kalau cocok kami akan merekrut tiga pemain yang dibawanya kemarin,” tandasnya. (sam)

sumber: Radar Jogja

Tak Banyak Perubahan

SLEMAN- Manjemen PSS Sleman akhirnya terbentuk. Kemarin, pengurus PSS Sleman akhirnya mengumumkan ke public susunan manajemen tim berjuluk Super Elang Jawa musim kompetisi 2010/2011. Tidak banyak perubahan dalam manajemen tim kebanggaan wong Sleman ini. Hanya, ada penambahan beberapa divisi dan pergeseran personalia.
Tambahan divisi ini antara lain munculnya divisi system pengendalian internal (SPI) dalam susunan manajemen PSS musim depan. Jabatan ini dipegang oleh Jaka Waluja (Jawal). Sebelumya, dalam susunan manajemen musim sebelumnya Jawal menjabat sebagai sekretaris.
”Jabatan ini memang sengaja dibentuk dengan tujuan mengendalikan penggunaan dana. Apalagi tahun ini kami mendapatkan kucuran dana dari APBD lewat KONI,” tutue General Manajer PSS Sleman Djoko Handoyo dalam acara jumpa pers di salah satu rumah makan di daerah Sleman.
Tambahan lainnya adalah adanya divisi operasional dan sarana dan prasarana (sarpras). Divisi operasional dipegang Wakil Ketua Slemania Gustan Ganda dan divisi sarpras ditangai Sarah Waluya. ”Dengan adanya tambahan divisi ini kami berharap persoalan operasional dan sarana prasrana tim bisa lebih baik dan lancar,” harap Djohan.
Djohan menjelaskan penambahan divisi dan personalia ini dalam rangka untuk memaksimalkan kinerja manajemen. Dengan susunan manajemen yang lalu, kinerja manajemen tidak bisa maksimal. ”Kami juga mengganti orang-orang yang kurang produktif dengan orang baru. Ya, harapannya agar kinerja manajemen bisa lebih optimal,” tuturnya.
Manajemen tim PSS, lanjut Djohan, ini akan akan segera dibuatkan surat keputusan (SK) setelah pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Sleman hari ini. ”Meski belum mendapat SK mereka bisa langsung bekerja,” tandasnya.
Selain menetapkan susunan manajemen tim PSS, pengurus juga menunjuk pelatih untuk menangani tim musim depan. Pelatih yang direkrut adalah Lafran Pribadi. ”Karena ada potensi local yang cukup mumpuni kami lebih memprirotitaskan produk daerah,” tandasnya. (sam)
sumber: http://www.radarjogja.co.id/

Berita Sebelumnya